Pemimpin yang Dipimpin Allah
Bacaan Leksionaris: Yosua 3:7-17; Mazmur 107:1-7, 33-37; 1 Tesalonika 2:9-13; Matius 23:1-12
Setiap kita adalah pemimpin, yaitu pemimpin dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau setidaknya memimpin diri sendiri. Tetapi pertanyaan terpenting bukanlah "Apakah saya pemimpin?", melainkan "Siapa yang memimpin saya?"
Firman Tuhan hari ini menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang terlebih dahulu dipimpin oleh Allah. Keempat bagian Firman Tuhan mengajarkan pada kita bagaimana sikap dan perbuatan pemimpin yang dipimpin oleh Allah.
1.Pemimpin yang Mengikuti Perintah-Nya
Yosua memimpin Israel menyeberangi Sungai Yordan yang sedang meluap. Ia tidak mengikuti keinganan, rencana, strategi, atau perhitungannya sendiri, tetapi taat pada perintah Tuhan yang tampak aneh: suruhlah para imam berhenti tepat di tepi air. Ajaibnya, ketika kaki mereka menyentuh air, air itu terbelah. Ketaatan mendahului mujizat. Kita sering punya "peta" sendiri—rencana, strategi, perhitungan. Tetapi pemimpin yang dipimpin Allah mau meletakkan petanya dan mengikuti Pemandu sejati, yaitu Tuhan.
2.Pemimpin yang Membawa Umat kepada Syukur
Pemazmur membawa umat bersyukur. Pemazmur mengingatkan umat tentang perbuatan Tuhan yang ajaib dan apa yang dilakukan Yosua sebagai sesudah itu. Setelah menyeberang, Yosua mendirikan batu peringatan agar umat mengingat perbuatan Tuhan dan senantiasa bersyukur. Pemimpin sejati tidak mencuri kemuliaan Tuhan, tetapi berkata: "Lihat, Tuhan telah bertindak!" Seperti kapten kapal yang berkata: "Jangan bersorak untuk saya. Bersoraklah untuk Tuhan yang menenangkan badai. Saya hanya alat-Nya."
3.Pemimpin yang Melayani dengan Kasih
Paulus memimpin jemaat Tesalonika dengan kasih seorang bapa. Ia bekerja siang malam, tidak membebani jemaat, dan memberikan hidupnya sebagai teladan. Ia melayani, bukan dilayani. Seperti gembala yang berjalan di depan domba-dombanya, mengenal mereka satu per satu, dan rela berkorban bagi mereka.
4.Yesus — Teladan Sempurna
Yesus menegaskan: "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan; barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan" (Matius 23:12). Yesus adalah Raja yang lahir di kandang, Tuhan yang membasuh kaki murid, Pemimpin yang mati di kayu salib. Ia turun ke dapur kehidupan kita dan melayani. Ia memanggil kita untuk mengikuti teladan-Nya.
Marilah kita sejenak merenungkan di dalam hati: Siapakah yang memimpin hidup saya? Apakah saya melayani atau menuntut dilayani? Apakah hidup saya membawa orang kepada syukur kepada Tuhan, atau kepada pujian bagi diri sendiri?
Kita telah belajar bahwa pemimpin yang dipimpin Allah adalah:
1. Pemimpin yang mengikuti perintah-Nya — seperti Yosua, yang taat meskipun perintah itu tampak aneh.
2. Pemimpin yang membawa umat kepada syukur — seperti pemazmur, yang mengingat perbuatan Tuhan.
3. Pemimpin yang melayani dengan kasih — seperti Paulus, yang bekerja siang malam bagi jemaat dan melayani dengan kasih.
4. Pemimpin yang merendahkan diri — seperti Yesus, yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Mari menjadi pemimpin yang terlebih dahulu dipimpin oleh Allah. 🙏
Pdt. Em. Andreas Loanka

Comments