Hidup yang Dipandu oleh Firman
Bacaan Leksionaris: Keluaran 20:1-4, 7-9, 12-20, Mazmur 19, Filipi 3:4b-14, Matius 21:33-46
“Firman-Mu Tuhan, kupegang s’lalu.
Hilanglah keraguanku.
Bila hatiku rasa susah, pada-Mu aku berserah.
Firman-Mu kupegang selalu,
Maka amanlah jiwaku.”
Demikian petikan syair dari PKJ 255 “Firman-Mu Kupegang Selalu”. Lagu pujian ini mengingatkan bahwa hanya firman Tuhan-lah yang jadi pegangan dalam kehidupan. Firman Tuhan memberikan kekuatan ketika dirundung oleh tantangan kehidupan, memberikan ketenangan jika hati mulai merasakan keraguan, memberikan harapan akan kehidupan yang akan datang, memperbaiki kehidupan untuk semakin hari semakin menyerupai Kristus. Firman Tuhan menjadi pedoman dalam menapaki perziarahan kehidupan di dunia ini.
Keluaran 20 memperlihatkan bahwa Firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan bangsa Israel. Firman ini diberikan sebagai tuntunan kehidupan bagi mereka yang akan memulai langkah kehidupan baru. Berisi sebuah pedoman yang mengatur relasi umat dengan Tuhan dan mengatur relasi antara manusia dengan dirinya dan dengan sesamanya. Bangsa Israel diminta untuk senantiasa berpegang dan taat pada perintah Tuhan ini.
Mazmur 19 turut menegaskan bahwa Firman Tuhan merupakan pedoman yang sempurna, menyegarkan jiwa dan menyukakan hati. Setiap orang yang melekat dan bertekun dalam pengenalan Firman hidupnya akan dipenuhi hikmat. Firman menjadi pandu dalam memilih mana yang tepat dan mana yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Firman Tuhan juga dapat mengoreksi kehidupan kita. Hal ini nampak dalam diri Paulus. Pengenalan akan Yesus dan firman-Nya membuat Paulus menyadari bahwa apa yang dilakukannya sebelum berjumpa dengan Yesus adalah kesia-siaan, Kini Paulus berani berubah dan berbuah sekalipun di tengah tantangan pelayanannya. Panggilan kita saat ini ialah Firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan, menjadi pelaku Firman, bersedia untuk terus dikoreksi dan memperbaharui diri, serta menghasilkan buah yang manis dalam kehidupan ini.
Pdt. Erma P. Kristiyono

Comments