top of page

Menemukan Kembali “KITA”

Majalah Sepercik Anugerah
Sep 20
3 min read

Updated: Sep 21

Penulis: Leli Halim*

Penyunting: Lanny Dewi Joeliani


Foto Bersama Pembicara dan Peserta (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)

 

Komisi Pasangan Suami Istri (Pasutri) GKI Gading Serpong kembali mengadakan seminar Pasutri Dewasa (PasDes) bagi pasutri dengan usia pernikahan 16–30 tahun, pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 10.00–13.00 WIB, bertempat di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Gading Selatan Blok AG15 No.16, Kelapa Dua, Pakulonan Barat, Tangerang. Acara yang dihadiri oleh 87 orang ini bertema "Menemukan Kembali KITA", dengan Pdt. Chang Khui Fa SE.M.Div sebagai pembicaranya, dengan didampingi istrinya, Liana Chang S.E. Konselor.


Pdt. Chang Khui Fa dan Istrinya, Liana Chang (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)

 

Sebagai founder (pendiri) Family Insight Indonesia dan Stronger Marriage online class, Pdt. Chang memimpin acara seminar dalam suasana yang cukup hangat, reflektif, dan mendapatkan respons yang positif dari para peserta, yang antusias mengikuti acara hingga selesai.


Acara diawali dengan doa pembukaan oleh Pdt. Em. Andreas Loanka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu pujian, “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan”, yang dipandu oleh pasutri Pnt. Benjamin Iskandar sebagai pemusik dan Novi Yanthin sebagai pembawa acara.


Doa Pembuka oleh Pdt. Em. Andreas Loanka (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)


Pujian Pembuka (dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)

 

Di awal pemaparannya, Pdt. Chang, yang juga menulis buku Stronger Marriage dan Growth & Fruitful Marriage menjelaskan cara menemukan kembali “kita”, yaitu pasutri yang seiman, sepadan, berbahagia, bertumbuh, dan menjadi rekan sekerja Allah. Pemaparan ini kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan tujuan Allah dalam pernikahan. Ada beberapa konsep yang perlu dipahami, yaitu seiman (selection), sepadan (knowing), happiness (being), growth (action), dan partnership (true aim). Pdt. Chang mengingatkan, hubungan pasutri yang sepadan ditunjukkan dengan relasi pasutri sebagai best friend.


Setelah selesai sesi pertama, pembawa acara mengajak para peserta mengangkat satu lagu pujian yang dinyanyikan secara medley, “Yesus Kekasih Jiwaku” dan “Sayang, Sayang, Disayang”, sebagai penyemangat untuk memasuki sesi kedua.


Seperti pada sesi pertama, di sesi kedua ini pun, Pdt. Chang membawakan materi seminarnya dengan dibantu oleh istrinya, yang membacakan beberapa firman Tuhan sebagai pelengkap renungannya. Pdt. Chang mengajak peserta untuk mengingat kembali peran masing-masing sebagai pasangan. Suami berperan sebagai sumber kebenaran, kehidupan, perlindungan, dan keteladanan rohani. Istri berperan sebagai penolong yang sepadan, homemaker, berdoa bagi suaminya, menghormati suaminya, merawat dirinya, dan berkata-kata dengan hikmat.


Pdt. Chang Khui Fa Membawakan Sesi Seminar (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)

 

Di akhir acara, diadakan sesi tanya jawab. Peserta dapat mengajukan pertanyaan secara langsung atau secara digital, menggunakan QR code. Acara yang dipandu oleh Novi Yanthin ini mendapat tanggapan positif dari peserta. Pertanyaan yang masuk antara lain seputar hubungan pasutri, hingga bagaimana posisi berdoa yang baik, dijawab langsung oleh Pdt. Chang dan istri.

 

Sesi Tanya Jawab (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)


Sebagai penutup, Pdt. Chang mengingatkan, kiranya pasutri memperhatikan enam aspek penting untuk menjaga keintiman hubungan dengan pasangan, yaitu: aspek rohani, intelektual, emosional, fisik, kreatif, dan krisis. Kiranya setiap pasutri boleh menemukan kembali “kita” dalam setiap tahapan pernikahannya.


Firman Tuhan yang diambil dari Matius 18:19–20, “Aku berkata lagi kepadamu: Jika dua orang dari antara kamu di bumi ini sepakat tentang semuanya itu dan memintanya, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka,” mengingatkan pasutri untuk terus berdoa bersama pasangan.

Seminar kemudian ditutup dengan menyanyikan satu lagu pujian berjudul “Terima kasih Yesusku” dan doa yang dipimpin oleh Pdt. Pramudya Hidayat.


Pujian Penutup (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)


Doa Penutup oleh Pdt. Pramudya Hidayat (sumber: dokumentasi Komisi Pasutri GKI GS)

 

*Penulis adalah pengurus Komisi Pasutri GKI Gading Serpong untuk masa pelayanan 2026–2028.

Comments


bottom of page