Dipanggil untuk Bertobat, Percaya dan Mengikut Dia Markus 1 : 14 – 20

Warta jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 25 Januari 2015

Panggilan untuk bertobat, percaya dan mengikut Dia telah dinyatakan Tuhan Yesus sejak Ia mulai memberitakan Injil. Dia berkata, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk. 1:15). Sesudah itu, ketika Ia sedang berjalan menyusur danau Galilea serta melihat Simon dan Andreas, Ia pun berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mrk. 1:16-17).

Dari penyataan Tuhan Yesus itu, kita dapat belajar tiga tahap panggilan-Nya, yaitu panggilan untuk bertobat, percaya, dan mengikut Dia.

Selengkapnya: Dipanggil untuk Bertobat, Percaya dan Mengikut Dia Markus 1 : 14 – 20

Dipanggil untuk Mengikut Yesus (Matius 11 : 28–30)

Warta jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 18 Januari 2015

Kita dipanggil untuk mengikut Yesus. Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Namun Ia juga melanjutkan panggilan itu dengan berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”  

Dalam panggilan Tuhan Yesus itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama-tama, Tuhan Yesus memanggil setiap orang untuk datang dan mengikut Dia. Ini adalah langkah yang paling mendasar, yaitu mengikut Yesus.   

Selengkapnya: Dipanggil untuk Mengikut Yesus (Matius 11 : 28–30)

Sentuhan KasihMu Membangkitkan Kasihku

Warta jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 11 January 2015

“Kasih Allah amat besar. Tidak dapat dilukiskan. Lebih tinggi dari bintang namun mencapai dunia.” Itu adalah penggalan lagu karya F. M. Lehman yang merupakan luapan isi hatinya. Lehman telah mengalami sentuhan kasih-Nya. Sentuhan kasih Allah yang teramat indah itu digubahnya menjadi sebuah lagu yang telah menjadi berkat bagi banyak orang.

Apakah Saudara sudah mengalami sentuhan kasih Allah?

Selengkapnya: Sentuhan KasihMu Membangkitkan Kasihku

Firman yang Menjadi Hadiah Terindah

Warta jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 28 Desember 2014


Firman yang Menjadi Hadiah Terindah
Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita
(Yohanes 1 : 14)

Firman itu kekal. Allah itu besar dan berkuasa. Tuhan yang adalah Raja tapi rela menjadi manusia yang terbatas, lemah seperti kita manusia, rela lahir menjadi seorang bayi, seorang anak kecil. Diam di antara kita, hadir dan hidup di antara kita.
Mengapa Allah mau menjadi seorang anak manusia dan diam diantara kita? Karena Dia peduli dengan kita, mau merasakan penderitaan manusia. Allah adalah Allah yang dekat dengan manusia, bukan Allah yang menonton saja hidup manusia tapi Allah yang dekat, hadir dan mau terlibat dalam hidup kita.
Tuhan tidak mau manusia terus hidup dalam dosa, dosa membuat manusia mengalami penderitaan. Tuhan ingin membebaskan dan menyelamatkan. Tuhan ingin menebus dan menghibur umat.

Selengkapnya: Firman yang Menjadi Hadiah Terindah

RencanaMu Menyatakan KebesaranMu, Ya Allah!!

Warta jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 21 Desember 2014

Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaKu menurut perkataanMu
(Lukas 1 : 38)

Dalam bacaan kita tentu berita bahwa Maria akan mengandung dari Roh Kudus (Lukas 1 :34) mengejutkan.
Ini adalah tantangan yang sangat tidak biasa, Ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak, padahal Ia belum menikah.
Tentu berita ini akan membuat kehebohan yang besar jika tidak ada yang bertanggung jawab.
Maria tentu mengalami pergumulan yang berat, bagaimana bisa dijelaskan peristiwa ini kepada keluarga dan masyarakat, sesuatu yang tidak mungkin dijelaskan, mengandung dari Roh Kudus.
Apa yang dikatakan malaikat (Lukas 1 : 37) “Bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Apa reaksi Maria untuk jawaban itu? “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Ini adalah pernyataan iman yang luar biasa. Pernyataan iman untuk siap melaksanakan misi Allah di tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.
Maria sungguh-sungguh percaya bahwa rencana Tuhan baik bagi dirinya. Dia hanya alat dari Tuhan untuk melaksanakan misi keselamatan.

Selengkapnya: RencanaMu Menyatakan KebesaranMu, Ya Allah!!